Adu Kebut YZF-R1M, 1299 Panigale S, Ninja H2 dan S1000RR Dengan Supercar ?


otoborn.com
– Siapa ngga kenal sih, superbike anyar yang baru aja rilis di Indonesia beberapa hari silam dari Yamaha  ?

Yups.. Yamaha YZF-R1 dan R1M. Kita tau seabrek fitur canggihnya belum bisa disaingi superbike sekelas yang telah lahir lebih dahulu. Namun, gimana kalo si moge diadu ngacir sama moge kelas superbike dari Ducati, Kawasaki, dan BMW ?

Atau bagaimana seandainya keempat motor beda pabrikan ini diadu ngebut dengan supercar Chevrolet dan McLaren ?

04
ilustrasi dari Cycle World

Motor motor ngacir tersebut yaitu Kawasaki Ninja H2, Yamaha YZF-R1M , Ducati 1299 Panigale S dan BMW S1000RR, yang diyakini superbike sebagai superbike andalan masing-masing pabrikan untuk pengujian ini. Eh.. kenapa Kawasaki Ninja H2 ya, bukan H2R ? Ternyata Kawasaki USA masih membatasi ijin unit untuk pengujian speed/performance test oleh media sampai dengan hasil resmi pengujian top speed dari Kawasaki USA keluar. So, H2 lah yang mewakili disini.

Secara spesifikasi, mereka adalah moster. Bahkan di Indonesia tetap akan mengalahkan Honda Beat atau Yamaha Mio meskipun peraturan jalan raya pembatasan kecepatan dalam kota dipertegas hanya boleh ngebut sampe 30 Kmpj. Soalnya.. ngga bisa dibawa pelan.. hehehe…

Ducati 1299 Panigale S yang memiliki power 177 hp @ 10,700 rpm , diadu dengan Yamaha YZF-R1M 173.3 hp @ 13,610 rpm , Kawasaki H2 189.8 hp @ 11,090 rpm dan BMW S1000RR 181.7 hp @ 13,600 rpm. Sekali betot gas, whuuussh… taglinenya jadi boncengan ketinggalan..

Siapa mau jadi boncenger go-jek nya hayoo..?

Kalo main angker-angkeran tampang, ditambah melihat spesifikasi supercharged supersport 4 silinder yang diunggulkannya, kita akan mengandalkan Kawasaki Ninja H2 dalam pengujian ini. Kurang sangar apa coba, superbike tampang hiu atau lele dumbo udah keliatan kalah sangar..ini monster ninja ireng dari pekatnya kedalaman lautan aspal.. Saya megang fotonya aja ngga berani, takut dipatil sales..hehe..

Yamaha YZF-R1M pun bisa menjadi harapan karena lahirnya belakangan dengan fitur ngga pasaran dan desain sporty namun elegan. Kita juga tau, di tangan Bradley Smith, Pol Espargaro dan Kayutsuki Nakasuga superbike ini mampu menaklukan ajang Suzuka 8 Hours, menghentikan rentetan kemenangan Honda dengan CBR 1000RR nya, sekaligus menyudahi puasa gelar juara Yamaha di ajang tersebut setelah 18 tahun lamanya ga bedug-bedug.. hehe..

Motor anyar tersebut disebut-sebut memiliki trik tersendiri untuk mencapai performa maksimal, seperti dijelaskan oleh Canet joki untuk pengujian ini, yaitu menjaga rpm di kisaran angka 9000 rpm. Namun, faktanya jangankan ngelirik rpm, shift gear indicator aja ngga merhatiin pas ngacir di atas superbike ini.

Lanjut, adu kebut antar superbike itu aja udah ngeri.. nah gimana kalo diadu sama supercar Chevrolet Corvette Z06 yang memiliki 650 hp dan McLaren P1 dengan 903 hp nya ? Siapa unggul performa akselerasinya?

Simak hasilnya di gambar dibawah ini, pengujian performa ini dilakukan dengan membatasi kecepatan dari 0 – 180 mph di Naval Air Station Lemoore.

01

02

BMW bisa bangga dengan S1000RR yang meskipun prestasinya tidak kelihatan di ajang MotoGP CRT Class namun sempat mencetak hattrick pada ajang Isle of Man TT 2014 ditangan joki Michael Dunlop, dan juga P1 dan P2 di ajang Superbike World Championship 2012 seri Inggris di sirkuit Donington Park oleh Marco Melandri dan Leon Haslam. Motor andalan BMW di pengujian ini menang tipis mencapai 180 mph dalam 16 detik diatas Ninja H2 dengan selisih 0.4 detik. Memang diakui oleh jokinya saat itu, sampai gigi 4 pun si S1000RR ini masih minta jingkrak-jingkrak.. ketika beberapa sensor control dinon-funsikan. Keliatannya alim, aslinya.. liarrr..

ilustrasi dari Cycle WorldHasil ini memang dibatasi sampai 180 mph. Dan berdasarkan penentuan tersebut, BMW S1000RR hanya diasapi oleh McLAREN P1 yang tercatat hanya perlu 15.74 detik untuk mencapai 180 mph. Tentunya semuanya juga terpengaruh oleh bobot kendaraan yang bervariasi. Di lain sisi, Chevrolet Corvette cukup direpotkan oleh sistem shiftingnya sendiri, yang kudu mencapai gear 6 untuk mencapai 180, sedangkan joki Derek Hill (anak dari juara dunia F1 1961 Phil Hill) awalnya berusaha mencapai jarak tersebut di gear 5 yang terkena efek limiter hanya mampu melahap 179.4. Apabila diperpanjang, bisa jadi yang lainnya menunjukkan kemampuannya lebih baik dari hasil 180 mph ini.

Gimana, para owner di Indonesia berminat mencoba komparasi sendiri ? Mau coba di mana, di Tol Cipali ? Silahkan kalo diijinin sama pak kumis.. tapi awas nanti dicegat sepeda roda tiga..hehehe..

03
Ilustrasi dari Cycle World

Baca baca juga ya artikel menarik lainnya..

sumber:

http://www.msn.com/en-us/autos/enthusiasts/race-to-180-mph-worlds-fastest-cars-vs-worlds-fastest-bikes/ar-BBmc4dN?ocid=spartandhp#page=1

wikipedia.com

Advertisements

No Comments

    1. Author

      Superbike menang bmw S1000RR, tapi semua kalah akselerasi sama McLaren P1 mbah





















































Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *