Angkat Batu Ginjal dengan PCNL atau Bedah Terbuka?

Angkat Batu Ginjal dengan PCNL atau Bedah Terbuka?

Tampak sayatan bedah terbuka ginjal dan selang drain #eswl #pcnl #renogram #bedahterbuka

O to Born ~ Mulai nulis lagi setelah ngga berdaya di kasur beberapa hari nih… kalau tulisan lalu diceritain mengenai metode meluruhkan batu ginjal dengan teknologi gelombang suara yang namanya ESWL. Nah, kali ini yang mau dijadiin cerita mengenai metode Angkat Batu Ginjal dengan PCNL atau Bedah Terbuka?

Study case nya adalah dari pengalaman bapak yang berpuluh tahun memelihara batu yang nilainya pergramnya lebih mahal dari emas 24 karat sekalipun… karena pengobatannya udah tak terhitung lagi secara materi dan waktu yang tersita. Itulah kenapa dibilang sehat itu mahal.

Rekan biker autolover sedulur satuaspal, jangan lupa minum, jangan lupa kencing, jangan lupakan kesehatan ginjal. Bokap di usianya yang ke 76 akhirnya berhasil dibujuk dan dokter ambil resiko besar mengeluarkan batu keras ini dari salah satu ginjalnya. Setelah upaya eswl bertahun tahun, dan pcnl kemarin tidak sukses menghancurkan batu ini (sebesar ginjal itu sendirioperasi besar jadi opsi final.( Puluhan tahun bokap minumnya mineral dan menghindari minuman berwarna apapun, tapi nyatanya ginjal menjalankan pekerjaannya produksi batu sampai sebesar itu. Apalagi kalau kita kids jaman now rajin minum yang berwarna dan sering nahan kencing. Punya passion riding jangan lupa tetap sehat. Thanks udah mampir ke bio n channel YouTube otoborn https://otoborn.com #otoborn #ginjal #batuginjal #operasi #operasibesar #kesehatan #eswl #pcnl

METODE PCNL

Dari kepanjangannya yaitu Percutaneous Nephrolithotomy bisa diartikan mengeluarkan batu dari ginjal (nephrolithotomy) melalui lapisan kulit (percutaneous).

Dan metode PCNL ini digunakan untuk mengeluarkan batu lebih besar dari 1 cm. Tidak serta merta jadi opsi utama loh ya, biasanya dipilih apabila metode yang lebih aman lainnya (eswl) tidak memungkinkan.

Prosesnya secara normal memakan waktu antara 30 menit sampai 2 jam, tergantung besar batu dan tingkat kesulitan lainnya.

Resiko tindakan PCNL termasuk risiko rendah untuk terjadinya infeksi, perdarahan yang masif yang membutuhkan transfusi darah (2%), embolisasi (1%), explorasi ginjal (0,5%) dan trauma organ sekitar ginjal seperti hati, lien, usus dan paru-paru.

Pemeriksaan Renogram, Isotop Nuklir Untuk Deteksi Gangguan Fungsi Ginjal

Kenapa PCNL ?

Pada case bapak, dipilih PCNL karena setelah bertahun tahun dilakukan ESWL masih tersisa sangat besar batunya. Bukannya tidak efektif, sangat efektif hanya saja batu yang sisanya ini terlalu keras dan besar, pertimbangan usia dan kesehatan organ lainnya maka tindakan ESWL dihentikan dulu.

Setelah persiapan dan berbagai test sesuai prosedur sukses dilakukan, akhirnya diputuskan naik meja operasi. Meskipun minim resiko, dan PCNL memiliki kecepatan pulih lebih baik dari bedah terbuka konvensional, faktor usia jadi perhatian serius tim dokter ahli yang menangani bapak.

DIY: Coba Atasi Sendiri Masalah Tensioner Automatic Adjuster Kurang Nonjok

DIY: Coba Atasi Sendiri Masalah Tensioner Automatic Adjuster Kurang Nonjok

Makanya, sekitar 3 bulan lalu ketika hendak mulai PCNL sudah sekitar 3 jam di meja operasi ternyata urung dituntaskan, karena masih ditemukan infeksi dan kadar bakteri tinggi yang memperbesar resiko apabila tindakan PCNL dilanjutkan , akhirnya dokter malah sibuk mengeluarkan cairan infeksi dari ginjal. Setelahnya justru bapak digempur antibiotik dosis tinggi hingga akhirnya minggu lalu kembali dijadwalkan naik meja operasi karena infeksi tersebut tidak berhasil juga disembuhkan.

Ambil resiko, dokter wajibkan tindakan PCNL ini segera dilakukan.

Menggunakan metode PCNL, mengandalkan nephroscope (selang teleskop khusus yang dimasukkan dari sayatan kulit sepanjang 1 cm di pinggang), batu ginjal akan di bor atau dipecah sehingga ukurannya terbagi menjadi lebih kecil. Setelahnya pecahan batu tadi dikeluarkan sedikit demi sedikit. Teleskop ini memiliki kamera micro yang bisa dipantau melalui layar monitor. Setelah operasi selesai menyisakan selang drain untuk mengeluarkan sisa bekuan darah yang biasanya dipasang selama 3 hari. (Bapak juluki selang drain ini buntut tikus disela proses pulih dari bius paska operasi… hehehe)

Tampak sayatan bedah terbuka ginjal dan selang drain #eswl #pcnl #renogram #bedahterbuka

PCNL Tidak Berhasil ?

Sebenarnya bukan tidak berhasil, apabila tidak terkait langsung dengan faktor usia dan kesehatan bapak, PCNL memiliki angka keberhasilan tinggi. Sangat unggul karena luka sayatan tidak besar dan penyembuhan bisa lebih cepat.

Tapi, karena ukuran batu terlalu besar dan batunya sendiri ‘keras kepala’, setelah sekitar 3 jam di ruang operasi hanya sedikit yang berhasil dipecah dengan cara bor tadi. Semakin lama prosesnya bagi bapak resiko akan semakin besar. Maka, dinyatakan PCNL tidak bisa dilanjutkan. Opsi final adalah yang paling bapak hindari selama puluhan tahun menderita penyakit ginjal ini.

Penyakit Autoimmune Sistem Kekebalan Tubuh Justru Menyakiti Diri Sendiri

BEDAH TERBUKA KONVENSIONAL

Memiliki resiko paling besar, mengisyaratkan tidak ada opsi yang lebih baik lagi, keluarga sepakat terima apapun resikonya. Akhirnya bapak melakoni bedah terbuka. Dengan sayatan jauh lebih besar dan tentunya penyembuhan lebih lama.

Bedah Terbuka paling dipantang oleh bapak, puluhan tahun dihindari, sempat nyaris dilakukan tahun ’90-an silam tapi gagal karena bapak berhasil kabur dari rumah sakit menjelang operasi dilakukan… dan dengan santai nonton tv di rumah hahaha…

Dan pada akhirnya Bedah Terbuka ini yang jadi opsi final untuk kebaikan ginjal bapak. Jodoh ya.

Keunggulan Bedah Terbuka
Salah satu keunggulan bedah terbuka, batu berukuran besar lebih mudah dikeluarkan. Dan batu ginjal bapak ukurannya nyaris sulit digenggam tangan, bisa dilihat di foto awal di atas, itu setelah sempat luruh oleh ESWL, PCNL dan sudah dibersihkan dari pecahan kecil.

Keunggulannya lain untuk tindakan Bedah Terbuka ini memang prosesnya bisa lebih cepat dan lebih pasti untuk mengeluarkan batunya, tapi untuk segi lain paska operasi baik penyembuhan maupun kemungkinan lain lain sulit diprediksi, terutama dengan melihat faktor usia senja.

Berapa Lama dan Kenapa Pindah Pindah Rumah Sakit?

Pertanyaan yang masuk kemarin, berapa lamanya, bapak mulai melakoni ESWL sekitar tahun 2012 silam hingga terakhir awal tahun 2017 ini.
Kenapa pindah pindah RS, karena kami mengandalkan pensiun bapak, mengikuti rujukan dokter kantor. Untuk rawat inap atau opname di RS Pelni Slipi lalu pindah ke RS Antam Medika Pulogadung.

Riwayat tindakan ESWL yang paling panjang nih, dilakukan di beberapa RS yang ditunjuk diantaranya RSCM dan Premiere Bintaro.
Kalau untuk Renogram di RSCM hanya beberapa hari, PCNL dan Bedah Terbuka dilakukan di Columbia Kayuputih juga tergolong singkat waktunya. Setelah operasi Bedah Terbuka bapak stay di ICU RS Columbia 2 hari, lalu pindah ke ICU RS Antam Medika selama 3 hari. Setelahnya baru masuk kamar rawat.

Setelah sekitar 8 hari, diluar dugaan penyembuhan bapak lebih cepat dari perkiraan mengingat usianya yang sepuh. Malah udah kaya koboy jadi galak dan genit bener. Beberapa hari paska operasi malah mau jalan jalan naik turun tangga. Sempet terjadi pendarahan di bekas jahitannya, tapi bisa pulih cepat. Wong waktu di ICU sempat disorientasi paska bius bedah dan ngamuk lepas semua selang di badannya. Walah toobaat paak…
Harus diakui, semangat bapak untuk sembuh sebenernya sangat tinggi.

Dan Alhamdulillah, selagi nulis ini sambil bedrest akibat sekeluarga dirumah terserang virus, dapat kabar per hari ini bapak sudah boleh istirahat di rumah. Satu persatu permasalahan kesehatan bapak bisa ditangani, dengan dukungan dan do’anya sekalian. Dan menjadi pelajaran berharga bagi kami. Betapa sehat sangat tak terkira nilainya. Mahaaaal banget.

Semoga ceritanya membantu dan bermanfaat.

*kunjungan dari Wahana Honda di RS Antam Medika, terima kasih utk support dan perhatiannya
Kunjungan dari WMS beberapa bulan lalu ketika bapak urung operasi karena ketemu infeksi akut di ginjal

~ Keep Respect n Safety!

Regards,

Ramadhi H

otoborn.com

email (private): ramadhi.harimurti@gmail.com

email (official): otoborn@gmail.com

facebook: ramadhi.harimurti | page: @otobornblog

twitter: ramadhi harimurti | @otoborn

instagram: otoborn

youtube: otoborn

Iklan

Silahkan Memberikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s