Menulislah Untuk Diri Sendiri, Namun Janganlah Menjadi Sendirian Ketika Menulis

OtobornBerbagi Semangat, Kuliah Singkat Bikin Ngantuk : 

Menulislah untuk memenuhi hasrat diri sendiri, tapi janganlah menjadi sendirian ketika menulis.

Manusia mahluk paling sempurna diantara semua mahluk yang pernah diciptakan, itu yang pernah saya dengar dari guru agama di sekolah dulu. Saya yakini itu benar. Dan tidak ada manusia yang sempurna, namun setiap manusia punya potensi masing masing untuk mendekati sempurna, dengan cara dan jalannya masing masing. Itu saya yakin sekali.

Apapun kegiatan seseorang, baik yang berkenaan hobi maupun kebutuhan hidup tentunya punya alasan tersendiri, dan ada waktu tempuh yang tidak sedikit untuk sampai pada titik seseorang melakukan hal apapun yang dilakukan saat ini. Semuanya melalui proses, dan proses itu selalu ada hasil, hasilnya tidak selalu di akhir bahkan lebih banyak dirasakan ketika proses tersebut masih berlangsung dan pada akhirnya untuk hasil yang lebih besar.

28

Apa contohnya?

Belajar

Ketika dikaruniai hidup, manusia juga disertakan otak untuk berfikir dengan segala rahasia potensi otak tersebut. Bahkan mengenai seseorang itu cerdas atau tidak bukan jaminan keberhasilan dalam karir dan lainnya. Dan memang benar orang yang berhasil dalam karir dan hidupnya dia cerdas, dan lainnya. Namun pengukuran tingkat kecerdasan itu hanya bisa diciptakan oleh manusia dalam parameter parameter penilaian tertentu, dalam bentuk angka  misalnya. Dan harus disadari, ada orang yang tidak dinilai cerdas bahkan cenderung (maaf)terbelakang memiliki keunggulan tertentu dari orang lain yang memiliki tingkat kecerdasan lebih diakui oleh lingkungannya.

Siapa? Silahkan cari sendiri di google, jangan malas… hehe…

Semua orang perlu belajar dan pasti belajar. Ketika memutuskan untuk menulis di sebuah blog, meskipun memulainya sendirian namun pasti perlu untuk belajar kepada apapun dan siapapun, dari manapun sumbernya. Baik sumber yang disukai atau tidak, itulah belajar.

IMG-20151114-WA0046

Apa hal wajar yang akan dilakukan seseorang ketika ‘Mulai melakukan’ hal yang disenanginya?

Pertama kali tentu dia memerlukan contoh, atau memerlukan orang lain sebagai panutan.. atau sebagai sarana belajar. Tidak perlu munafik, sombong namanya kalau merasa dirinya tidak memiliki satu pun contoh yang ditirunya. Mau artis, senior, suhu, guru, atau tiang pancang sekalipun.. tidak masalah.

Misal seperti saya menjadi penulis pemula alias nubi, dan dibelakang keputusan untuk menulis itu ada latar belakang dan hal hal lain yang sudah terjadi yang saya rasakan langsung tentunya. Bagaimana bisa saya tahu cara menulis kalau tidak pernah ada tulisan yang saya lihat? Ini bukan jaman batu kalee. Manusia batu aja nyontek temennya supaya bisa mengukir tulisan yang sama sama dimengerti oleh manusia batu lainnya.

Orang lain yang mendengar kisah saya ya hanya mengetahui ceritanya tidak merasakan pahit manisnya. Demikian juga dengan seseorang yang menjadi contoh atau panutan, saya hanya mengetahui kisahnya saja dan bisa mengambil sesuatu pembelajaran bermanfaat dari kisahnya.

Ke dua, meskipun menulis di halaman pribadi sekalipun seseorang perlu berkomunikasi dengan orang lain yang ‘dibutuhkannya’ untuk menambah wawasannya dan juga membuat kegiatan menulisnya lebih hidup, karena tidak hanya sekedar menulis atau mengetik di depan pc atau smartphone saja, dibutuhkan semangat untuk dapat menulis. Dan yang saya rasakan, semangat itu juga datang dari perjumpaan saya dengan seseorang lain yang memiliki kesamaan minimal sama kegiatannya yaitu menulis. Lebih baik lagi ada kesamaan hobi sehingga berbagi pengetahuan untuk belajar menjadi lebih kena.

Tidak mungkin seorang manusia tidak membutuhkan orang lain, sebaliknya juga tidak mungkin seorang tersebut tidak dibutuhkan orang lain, terutama dalam hidup. Mati saja perlu bantuan yang masih hidup untuk mengotong dan mengubur jasadnya.

Syaiton saja perlu manusia untuk digoda… apalagi cabe cabean.. uupss…

dgujubar 2

ilustrasi pinjem koleksi kang kby

Ke tiga, selain bercengkrama dengan sumber informasi asli asli palsu di luasnya dunia internet, seseorang memerlukan wadah untuk berkomunikasi jarak jauh, sarana seperti forum dan grup chat tentu penting. Akan banyak wawasan yang bisa diserap dan bermanfaat agar sebagai nubi bisa mendapatkan pembelajaran yang terkadang tidak muncul ketika hanya browsing, gugling atau bertemu dengan rekan seminat atau sepekerjaan. Kadang justru informasi dan kenyamanan maksimal didapat dari grup chat.

Bagaimana apabila di satu grup apa yang seorang nubi butuhkan tidak tercapai atau belum maksimal tercapai? Tentunya secara wajar diupayakan cara mencari ilmu dengan metode grup chat tetap dijalankan, meskipun dengan grup lainnya dan siapapun membernya yang penting setiap obrolan hasil akhirnya diatas 50% bisa memenuhi hasrat belajar seorang nubi. Di forum atau grup manapun, yang penting tujuannya tercapai.

Ngga usah mikir macem macem tahu bacem.

Ke empat, sangat mungkin dari pembahasan ringan di grup membuat penasaran untuk dibahas lebih lanjut sambil bersilaturahmi. Namun biasanya kendala waktu yang bisa tidak saling klop, dan rasa sungkan terhadap rekannya yang jarak tempat tinggalnya jauh serta tempat atau lokasi ketemuan yang seadanya, memberikan keterbatasan rekan yang bisa hadir atau keterbatasan mengundang rekan lainnya untuk ikut join. Tanpa alasan lain, itu saja sudah repot . Kan masing masing punya kehidupan sendiri dengan keluarganya di rumah, jadi ya tidak bisa dipaksakan jangan dipaksakan.

Disamping ada manfaat dari diskusi live dengan tatap muka, lebih saling mengenal lebih dekat, meluruskan apa yang tidak lurus antar member, menambah keakraban, sekaligus refreshing dari keseharian yang ketemu orang kok itu itu saja.

Yup, itulah manfaat silaturahmi dengan bertemu fisik langsung.

pinjem koleksi kang kby

ilustrasi pinjem koleksi kang kby

Ke lima, dalam prosesnya tersebut, tentunya nubi harus siap menerima kritik, jangan hanya saran yang ditelan. Kritik pedas memang lebih pedas dari kripik singkong pedas, nikmatnya juga berbeda. Malahan kalau berbicara manfaat, kritik pedas bisa membuat pribadi seorang nubi semakin baik, maju, kuat dan kokoh sehingga semestinya malah semakin semangat menulis.

Dengan kritik maka seorang penulis bisa berusaha memenuhi apa yang sesuai dengan pandangan pembacanya, atau rekan lainnya, mana yang lebih baik untuk si penulis menurut yang memberikan kritik.

Dengan kripik pedas nikmatnya di lidah, outputnya ya mules dan toilet. Yang manapun, baik kritik maupun kripik ya jangan bikin drop mental untuk menulis. Yang terpenting, tetap menjadi diri sendiri, dan penuhi hasrat menulis untuk diri sendiri.

Kehidupan itu pribadi yang menjalani, orang lain disekitar hanyalah penonton, motivator, kritikus, pengamat dan lain sebagainya. Jalani minatmu sesuka dan sebisamu tanpa harus egois, itu lebih baik. Apapun tujuan seseorang melakukan sesuatu adalah sepenuhnya haknya.

Misal, ada yang menulis sebagai hobi, sebagai pengisi waktu luang, atau sarana mencari uang, tidak masalah. Jangan pusing dengan sindiran mengenai itu. Masing masing kan mengalami hal yang berbeda, masing masing tahu kebutuhannya, masing masing mengecap kesulitannya sendiri. Hak masing masing untuk menentukan apapun tujuannya menulis.

IMG-20151219-WA0024

Sudah Mendapatkan Pengetahuan Yang Dibutuhkan, Apa Hal Yang Sebaiknya Dilakukan ?

Pertama adalah tentu saja teruskan menulis , tetap semangat dan jangan patah arang. Ingat hasrat awal ketika ingin menulis. Terus pertahankan hasrat untuk belajar karena itu memang baik.  Sungguh ilmu yang kita miliki saat ini tidak ada apa apanya jika dibandingkan dengan bahkan banyaknya buih di lautan. 

Anggaplah selamanya nubi, karena memang belajar itu seumur hidup. Dan jangan mau kalah dengan kritik atau komentar pedas, jam terbang sampai pada titik sekarang ini seharusnya membuat seseorang semakin berpengalaman dan tangguh menghadapi tekanan mental dari kritikan pembaca atau rekan lainnya. Juga, jangan biarkan keadaan mengalahkanmu, menulislah.

Ke dua, tidak perlu merasa lebih tinggi dari orang lain, meskipun yang terlihat di luarnya demikian. Pengalaman membuat seseorang menjadi tahu dan bisa menghadapi apa yang dialami. Namun sebaliknya, dalam waktu yang sama tentu saja tidak bisa mengalami apa yang dialami orang lain di tempat yang berbeda. Itu contoh bahwa masih banyak ilmu yang terlewat bila berkaca hanya dari pengalaman. Yang jelas sudah pasti masuk analoginya yaitu ibarat padi semakin berisi semakin merunduk.

Ingatlah, ketika seseorang memutuskan untuk melakukan hal yang disenanginya, itu adalah haknya. Bahkan ketika dia memutuskan untuk melakukan hal untuk memenuhi apa yang dibutuhkannya itu juga haknya untuk memutuskan. Apapun hal itu, termasuk menggambar, menulis, bernyanyi, kerja kuli, kerja kantoran, kerja rodi… tentunya segala hal yang diputuskan olehnya sudah pasti ada konsekwensinya dan akan dirasakan langsung olehnya. Semua kebaikan dan keburukannya.

dgujubar 3

ilustrasi pinjem koleksi dgujubar

Ke tiga , bangun persaudaraan lebih erat dengan rekan satu kegiatan atau satu minat maupun bukan. Yang jelas, ingatlah bahwa karena tidak sendiri maka seseorang mencapai level yang lebih tinggi dari sebelumnya atau sampai dengan titik pencapaian saat ini. Silaturahmi tetap utama. Dan lebih utama bertemu fisik dibanding chat saja. Tapi ya jalani sajalah sesuaikan dengan kehidupan dan kesibukan masing masing.

Kalau tidak bisa hadir pada acara kumpul karena alasan apapun, jangan terus menerus kecewa. Atau jadi iri hati tak berkesudahan –yang bisa menjadi perpecahan pertemanan atau persaudaraan– karena hanya bisa menatap kebersamaan yang hadir melalui penampakan foto. Percayalah saya juga kepengen pas melihat foto kalian bisa berkumpul sedangkan saya tidak berdaya… hiks

Hayuk dicari waktu lagi supaya bisa sambung terus tali silaturahmi. Tidak harus lengkap semua ada kaya jamu tolak angin komplit, malah terkadang yang dadakan justru yang berhasil dibanding direncanakan jauh jauh hari.

dgujubar 1

ilustrasi pinjem koleksi dgujubar

Ke empat , tetap menjadi pendengar yang baik, dan berusaha terbuka kepada nubi, baik secara ilmu maupun waktu. Pernah kan berada di posisi itu sebelumnya? Kalau dahulu semasa menjadi nubi pernah mendapat perlakuan tidak enak, jangan diteruskan tradisi perploncoan ngga penting tersebut. Bukan berarti nubi wajib merasakan seperti yang dahulu pernah dialami. Be humble.

Jadilah diri sendiri, jangan biarkan perubahan itu memakan jati dirimu sebenarnya. Yah kalau jadi cowok mau insyaf, mau jadi alim,  ngga perlu juga saling berebutan mukena di musholla..

Ke lima, semua yang didapat semenjak nubi hingga titik yang kini dipijak, harus diakui lebih banyak gratisan dari pada bayar. Yah, meskipun bayar paketan internet, tapi apa yang didapat juga tidak sedikit dan bahkan lebih banyak dari share gratisan, di internet misalnya. Dapet gratis kok dikekepin. Apa yang saya yakini, membagi ilmu yang dipunya tidak akan mengurangi apa yang didapat, justru akan mendapatkan lebih banyak lagi ilmu kecil yang mungkin terlewat disadari dalam proses pembelajaran ya lalu lalu.

Menulislah untuk memenuhi hasrat diri sendiri, tapi janganlah menjadi sendirian ketika menulis. Mungkin saja bermanfaat bagi orang lain, maka bebagilah. Secara pribadi saya mengucapkan terima kasih kepada siapapun yang sudah berbagi. Minimal itu yang didapatkan dari saya bila tidak ada orang lain menghargai besarnya manfaat berbagi .

wpid-wp-1443723636965.jpeg

ilustrasi pinjem koleksi kang kby


Kunjungi juga artikel lainnya ya..

================== 4th Months of Writing=====================

Terimakasih rekan blogger juga komentator yang sudah sudi berinteraksi dengan blogger nubi ini hingga detik ini. Semoga semakin bertambah dan bisa bertemu langsung sekedar ngobrol bareng ngalor ngidul namun bermanfaat.

iwbindomoto, indoride, kobayogas, warungasep, peysblogcorner, apipotoblog, viwimoto, nzahry, ninja150ss, tmcblog, macantua, ndesoedisi, sensasiku, prasetyo676, bakulkangkungjpr1, otomagz, ariefsupriyadi90, eablog, bikershoot, aaikhwan, sakahayangna, munivmotoblog, motomazine, motoblast, singindo, soffianblog, atimscorner, 3835group, adityapradd, imotorium, rpmsuper, mariodevan, motohits, motorrio, motomazine, mbah69anom

Iklan

18 pemikiran pada “Menulislah Untuk Diri Sendiri, Namun Janganlah Menjadi Sendirian Ketika Menulis

  1. Yang komen.nya ga nyambung/singkat berarti kemungkinan ga baca….
    Hehehehehehe…..
    Bercanda..

    Keep writing….
    -Semoga tulisan2nya membawa manfaat bagi orang lain/banyak.

    -Semoga si Om menjadi seorang penulis yang bijaksana, bukan bijak kesana / kemari..hehehe

    -Semoga juga menjadi penulis yang berhati nurani baik, bermoral tinggi… Ga semata ngejar Hits / “donatur”, sampe berani ingkari fakta yang ada.. Jago plintir-plintir..

    -Semoga pembacanya makin banyak… Komentar-komentar juga berilmu, bukan komentar “junk”..

    -Semoga biaya pulsa internetnya ketutup, syukur-syukur lebih buat ditabung..hehehe

    -Apalagi ya? Semoga cakram depan Motor si Om pakem…

    Hehehe..

    Sekian.. Mohon maaf ngotor-ngotorin kolom komentar

    😀

    Disukai oleh 1 orang

  2. Yap…banyak orang orang besar dikenal karena tulisannya…bahkan tulisan mereka mampu mengubah pemikiran orang lain. Sampai sampai revolusi pun terjadi karena tulisan meraka dianggap mampu memberikan pencerahan.
    Kita tahu sejarah masa lalu karena adanya tulisan melalui prasasti, karya tulis masa lalu.
    Banyak orang akhirnya membuat buku biografi agar bisa dikenal banyak orang.

    Menulis bukanlah tindakan sia sia..menulis menunjukan siapa kita dan apakah orang akan mengingat kita.
    Menulis bisa memberi kesehahteraan.

    Buat tulisan kita menghasilkan uang..baca ya blog saya

    http://bahuma.blogspot.com/2015/12/memonetasi-blog-tanpa-google-adsense.html

    Agar kita dikenang, tulislah pemikiran kita , hidup kita dari karya tulis.

    Disukai oleh 1 orang

Silahkan Memberikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s