LPB Tarikolot Citeureup

O to Born ~ Masbray, kita sedikit cerita aktifitas hari kemarin nih. Sejak pagi buta otoborn geber gaspol ke Citeureup Bogor untuk menghadiri satu dari dua agenda spesial. Ke Bogor naik motor? Kenapa tidak naik KRL? Yup… Karena kebetulan acara spesial ini dimulai pukul 8 hingga pukul 12 siang, sedangkan sore harinya harus kejar waktu untuk tiba di Jakarta sekitar pukul 14. Untuk pagi hari sengaja geber skutik sampai ke Cibinong, dan disambung naik KRL untuk bertemu rekan rekan di Stasiun Bogor. Yang dikhawatirkan yaitu untuk mengejar agenda berikutnya sore nanti seusai dari Bogor ini yang lokasinya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Mengingat ada faktor resiko seperti macet, delay jadwal keberangkatan kereta api, ditambah issue blackout yang saat kemarin masih menjadi liar, rasanya akan lebih aman mengandalkan kendaraan pribadi yang gesit lincah dan irit. Dibandingkan mempasrahkan laju waktu yang berlalu kepada masinis, supir gojek dan supir bus angkutan kota untuk marathon mencapai lokasi tepat waktu. Pokoknya sebisa mungkin agar tidak mengecewakan deh. Hehehe… Agenda pagi adalah melipir ke wilayah pedesaan yang semangat industri kecilnya penuh gairah. Desa Tarikolot yang terletak di Citeureup, Bogor pernah dikenal sebagai kampung kompor karena banyak pengrajin alat untuk masak memasak di sana, seperti alas tungku kompor gas, oven, panci, dan lainnya. Ternyata, selain itu masyarakat juga memproduksi banyak produk kebutuhan rumah tangga lain hingga produk aftermarket otomotif juga bray. Jeli dengan semangat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang digeluti oleh masyarakat lingkungan industri kecil Desa Tarikolot, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) mulai menjajaki pembinaan sejak Februari 2019 lalu. Dan akhirnya Untuk Masyarakat HebatnyaUKM YDBA Hadirkan LPB Tarikolot Citeureup Pertama di Bogor.

LPB Tarikolot Citeureup
Gunting Pita Peresmian LPB Tarikolot Citeureup

Dan hadirnya otoborn pada hari spesial bagi para pelaku industri di Desa Tarikolot ini setelah mendapatkan informasi dari YDBA beberapa waktu lalu. Sudah pasti yang satu ini tidak boleh dilewatkan keseruannya. Karena akan banyak wawasan baru pastinya yang bisa menginspirasi juga menjadikan pancingan gairah kepada arah hidup yang lebih baik. Ciieehh… Hehehe.

 

Sedikit balik ke belakang ya… YDBA mengembangkan komunitas industri sejenis yang disebut sebagai program Sektor Unggulan sejak tahun 2014 lalu. Berbagai Sektor Unggulan telah mendapatkan binaan dari YDBA, dan banyak UMKM berhasil menjadi mandiri bahkan menjadi Ayah Angkat bagi UMKM muda. Diantaranya sukses menjadi tier pertama bagi perusahaan raksasa seperti contohnya PT. Astra Honda Motor yang memproduksi sepeda motor di tanah air. Yup… Banyak komponen dari produksi UMKM yang melengkapi sepeda motor yang mungkin selalu kamu andalkan untuk keperluan wara wiri keseharian.

Diakusi LPB Tarikolot Citeureup

 

Menginjak usia yang ke-39 tahun ini, YDBA terus mendorong UMKM agar bisa menjadi mandiri, naik kelas dan awet. Pada hari Selasa, 6 Agustus 2019 kemarin, YDBA meresmikan LPB atau Lembaga Pengembangan Bisnis di Desa Tarikolot dan menjadikan Desa Tarikolot sebagai Sektor Unggulan yang ke-16 dalam 5 dekade pengabdian YDBA untuk masyarakat Indonesia. Sebelumnya telah hadir di berbagai daerah di tanah air, antara lain budidaya holtikultura di Tapin Kalimantan Selatan, budidaya perikanan air tawar di Sangatta Kalimantan Timur, industri logam di Waru Sidoarjo, Klaten dan Tegal, pengembangan standar pelayanan bengkel otomotif di Waru dan Yogyakarta, budidaya padi organik di Bontang Kalimantan Timur dan juga industri gula aren di Tabalong Kalimantan Selatan. Dan yang terbaru ini di Desa Tarikolot terpilih sebagai Sektor Unggulan Logam.

Peresmian Sektor Unggulan Logam dan ‘Kantor Baru’ LPB YDBA di Desa Tarikolot ini dihadiri oleh Henry C. Widjaja selaku Ketua Pengurus YDBA, Gita Tiffani selaku Ketua Pembina YDBA, Reiza Treistanto selaku Direktur PT. Velasto Indonesia, Adhe Priatna perwakilan dari Kementerian Perindustrian RI, serta Camat Citeureup yaitu Asep Sudrajat. Di kantor yang terletak di Jl. Industri Desa Tarikolot Citeureup – Bogor ini masyarakat dan khususnya tamu undangan dari UMKM mendapatkan penjelasan mengenai program dan perjalanan YDBA dari waktu ke waktu oleh Bpk. Henry C Widjaja dan berlanjut pada penandatanganan MoU pelaksanaan sektor unggulan antara YDBA dengan PT. Velasto Indonesia sebagai ayah angkat bagi Sektor Unggulan Logam. Setelahnya juga dilakukan penandatanganan komitmen kerjasama dengan UMKM Pilot Sektor Unggulan Logam LPB Tarikolot Citeureup yang teruji memiliki mental kuat dan punya semangat untuk naik kelas.

Penanda tanganan MoU LPB Tarikolot Citeureup

Bulan Juli lalu, sebanyak 22 UMKM dari Desa Tarikolot mengikuti pelatihan ‘Manfaat Penerapan 5R dan K3L Bagi Peningkatan Produktifitas Perusahaan’ yang diselenggarakan oleh Astra OtoParts di PT. Inti Ganda Perdana (IGP) di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Hasilnya hingga Agustus ini dilaunching Sektor Unggulan Logam dan peresmian Kantor Baru LPB YDBA di Desa Tarikolot ini, terdapat 6 UMKM yang berhasil menerapkan metode 5R dan dinilai telah siap mental untuk naik kelas. Diharapkan kedepannya bisa menjadi contoh dan juga membangkitkan gairah UMKM lainnya agar naik kelas bersama YDBA.

Seusai peresmian, otoborn juga ikut berkeliling mengunjungi area produksi 2 UMKM Pilot LPB Tarikolot Citeureup untuk melihat lebih dekat proses pembuatan beberapa komponen yang sedang berlangsung.

Sekilas yang tampak ketika menyaksikan perbandingan area produksi yang telah disesuaikan dengan hasil pembinaan 5R oleh YDBA, tampak rapi dan bersih. Penempatan alat produksi lebih tertata, begitu juga alat pendukung lainnya sudah dengan pengelompokkan dan penandaan yang baik. Saat ini area produksi yang sudah mulai menerapkan 5R memiliki penandaan khusus untuk peletakan alat dan jalur khusus melintas diberi batas garis berwarna kuning, seperti di pabrik pabrik besar yang pernah dikunjungi otoborn sebelumnya.

LPB Tarikolot Citeureup
Setelah 5R

Hal ini senada dengan yang diceritakan oleh Effendi selaku perwakilan dari UMKM yang dibina. “Setelah mengikuti beberapa pelatihan diantaranya 5R di Jakarta kemarin lalu, membuka wawasan kami dan bahkan area kerja menjadi lebih baik dari sisi kebersihan dan kerapihan juga kualitas produksi semakin baik”, ujarnya. Tentunya, dengan area kerja seperti ini kegiatan produksi pun menjadi lebih efisien.

Saat ini Sektor Unggulan Logam mendapatkan order pertama dari PT. Velasto Indonesia, menjadi tantangan untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Seru banget menyimak semangat usaha para UMKM ini dan semangat YDBA dalam membinanya. Semoga kedepan masyarakat sekitar Desa Tarikolot dan juga Bogor secara meluas bisa menjadi kuat secara ekonomi, mandiri dan sejahtera bersama bangsa.

Kamu mungkin penasaran dengan produk produk Sektor Unggulan Logam Desa Tarikolot ini. Ada aftermarket sepeda motor populer di tanah air loh. Selain material logam ternyata juga ada material lain seperti plastik, fiber bahkan sampai mop alias alat pel lantai juga ada. Nah, mengakhiri cerita ini, silahkan tengok fotonya ya…

Semoga bermanfaat.

PCXaftermarket pcxLPB Tarikolot CiteureupLPB Tarikolot CiteureupHolder akiAftermarket sepeda motorAftermarket rear fenderPelAftermarket plat nomorAftermarket nmaxLPB Tarikolot CiteureupAftermarket cover radiatorLPB Tarikolot CiteureupTempat Sampah FiberTempat Sampah StainlessFilterGerobak sampahTempat sampah fiberTempat sampah fiberLPB Tarikolot CiteureupTempat sampahSetelah 5RUMKM Pilot TarikolotLPB Tarikolot CiteureupLPB Tarikolot Citeureup

LPB Tarikolot Citeureup
Sebelum penerapan 5R

LPB Tarikolot Citeureup

 

 

 

 

 

Advertisements
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.